Perlengkapan yang Harus Dibawa Ibu Menyusui saat Mudik

Fri, 14 June 2019 08:22
IMG-20190523-WA0003-02.jpeg
Lebaran sebentar lagi, uyeeee. Sudah beli tiket pesawat belum? Atau tiket kereta? Atau menempuh jalur darat dengan mobil pribadi? Ceki-ceki kendaraannya dulu ya biar aman. Siapa nih yang selalu mengikuti tradisi mudik beramai-ramai ke kampung halaman tercinta? Pasti banyak kan? Termasuk aku dan keluarga kecilku ini tentunya. Berhubung kampung halamanku dan suami berbeda, jadi setiap lebaran pasti gantian mau mudik kemana. Tahun ini ke Semarang, tahun depan gantian ke Padang. Biar adil. Masuk ke dalam pokok permasalahan, dari sekian juta penduduk Indonesia yang mudik, pasti terdapat banyak wanita yang berstatus sebagai ibu menyusui didalamnya. Lagian ngapain juga tinggal di rumah berdua doang sama bayi dan tidak ikut mudik bersama anggota keluarga lainnya hanya karena menyandang status sebagai BUSUI. Takut nanti ribet, macet, pesawat delay, tidak ada nursary room, bayi rewel dan sebagainya. Tenang, tidak usah terlalu khawatir ya bu, dibawa santai saja. Eh, tapi kalau masih menjadi ibu beranak satu memang lebih parnoan sih dari pada ibu yang sudah memiliki dua anak atau lebih yang cenderung lebih santai. Banyak ibu yang beranggapan bahwa membawa bayi yang masih full ASI untuk bepergian lebih susah dari pada membawa bayi yang sudah memasuki tahap MPASI. Dengan alasan kalau sudah MPASI ya tinggal dikasih makan kalau lapar dan kalau haus tinggal dikasih minum. Tidak perlu mencari tempat tersembunyi untuk menyusuìnya jika keadaan tidak memungkinkan. Masih bisa lah diakali dengan mengalihkan perhatian si bayi dengan makanan atau minuman lain. Sedangkan yang masih full ASI, mau tidak mau ya harus disusui, tidak peduli suasananya bagaimana. Faktanya, membawa bayi yang masih full ASI jauh lebih ringkas. Karena tidak banyak perlengkapan yang dibawa, kalau lapar tinggal disusui , tanpa harus bergegas mengeluarkan berbagai persediaan makanan, menebak dia haus atau lapar, ingin makan jenis cemilan apa, makanan berat atau ringan, yang manis atau yang gurih, dan sebagainya. Ditambah lagi bayi berusia di bawah 6 bulan masih lebih sering tertidur dari pada terjaga, harusnya ini menjadikan ibu lebih tenang dan tidak perlu khawatir berlebihan. Oke baiklah, jadi apa saja perlengkapan yang harus dibawa ibu menyusui agar mudik berjalan lancar dan menyusui pun juga lancar? 1. Baju Berkancing Depan atau Resleting Depan Dengan adanya kancing atau resleting dibagian depan baju, akan sangat memudahkan ibu untuk menyusui bayi. Tinggal buka beberapa kancing atau resleting hingga ke bawah dada, ibu bisa langsung dengan mudahnya menyusui bayi. Walaupun ada beberapa ibu yang lebih nyaman menggunakan kaos dengan alasan tinggal mengangkat saja bagian bawah baju ke atas saat hendak menyusui, tapi tetap saja bagian perut rawan terlihat sekalipun ditutupi oleh apron menyusui. Ya kalau aku pribadi sih lebih suka baju dengan resleting di depan karena mudah untuk membuka dan menutupnya kembali, tinggal tarik, beres. 2. Bra Menyusui (Optional) Walaupun bagiku menyusui bayi saat menggunakan bra biasa masih bisa dilakukan, tapi jujur, lebih mudah dan nyaman jika menggunakan bra menyusui karena posisi bra tidak akan bergeser-geser karena ditarik. Ini pilihan masing-masing ibu, jika ada bra menyusui lebih baik gunakan saja demi kenyamanan. Tapi jika tidak punya dan tidak sempat membeli, menggunakan bra biasa pun juga tidak masalah, apalagi jika ibu sudah terbiasa. 3. Breast Pad Sekali Pakai Risih kan kalau baju basah terkena asi yang keluar saat LDR atau karena memang ASI ibu yang lumayan deras? Kalau aku sih risih banget. Untuk mengantisipasinya, gunakanlah Breast Pad selama ibu menyusui mudik. Usahakan menggantinya jika sudah penuh atau paling tidak 2 x sehari agar kebersihan payudara tetap terjaga. Kenapa disarankan yang sekali pakai? Pastinya lebih praktis dan ibu tidak terbebani untuk pekerjaan cuci jemur dalam suasana lebaran. 4. Apron Menyusui Penting! Barang yang satu ini harus dibawa kemana-kemana dan tidak boleh tetinggal. Tidak semua tempat yang disinggahi menyediakan ruangan khusus ibu menyusui, atau meskipun ada, terkadang ibu tidak ada waktu untuk mencarinya karena terkendala waktu keberangkatan. Nah dengan apron menyusui inilah ibu bisa menyusui bayi dimanapun dan kapanpun tanpa harus mengumbar aurat kemana-mana. 5. Bantal Menyangga tangan dengan bantal akan mengurangi beban yang harus ditopang ketika menggendong bayi saat menyusui. Maka bantal merupakan salah satu barang yang harus dibawa agar proses menyusui terasa nyaman bagi ibu. Ibu bebas memilih bantal menyusui atau bantal biasa, yang penting nyaman. Usahakan juga bantal yang dibawa tidak terlalu besar. 6. Waslap atau Tisu Sebenarnya penggunaan waslap jauh lebih hemat dan ramah lingkungan dari pada penggunaan tisu. Apalagi ASI yang keluar sangat banyak dan mulut bayi tidak cukup untuk menampung. Biasanya bayi akan melepaskan mulutnya secara tiba-tiba dan ASI akan muncrat kemana-mana. Nah dengan menggunakan waslap, ASI yang mengucur bisa diserap dengan segera. Boleh saja menggunakan tisu, tapi penggunaannya akan boros sekali. Kecuali hanya sekedar dipakai untuk membersihkan sisa ASI di mulut bayi. 7. Krim Lanolin untuk Puting Lecet yang Aman bagi Bayi Hampir semua ibu pernah mengalami lecet di puting saat menyusui bayi. Penyebabnya beragam, ada yang karena digigit, pelekatan yang kurang sempurna dan sebagainya. Nah untuk mengantisipasi terjadinya penderitaan ibu yang sungguh menyiksa, bawalah krim lanolin merek apa saja yang cocok bagi ibu. Percayalah, lecet puting itu sakitnya luar biasa, bisa bikin meriang. Sebagai tambahan, penting juga untuk membawa beberapa barang berikut ini walaupun tanpa membawanya pun ibu masih bisa menyusui bayi secara langsung. Tapi banyak hal tak terduga yang kemungkinan akan terjadi nanti yang mengharuskan ibu menitipkan bayi sementara waktu kepada anggota keluarga lain. 1. Alat Pumping Bawalah peralatan pumping yang tidak terlalu tergantung kepada colokan, seperti alat pumping manual atau alat pumping elektrik yang terdapat slot baterai. Hal ini sangat menguntungkan ibu karena bisa pumping kapan saja dan dimana saja. Apalagi ibu pekerja yang sangat membutuhkan stok ASI, walaupun disaat berlebaran pun, ibu masih bisa mengumpulkan beberapa botol ASI. 2. Botol atau Plastik Penyimpan Asi Bawalah wadah penyimpanan khusus ASI agar kualitas ASIP bisa terjaga dengan baik. 3. Cooler Bag dan Ice Gel Ini digunakan untuk menyimpan ASIP disaat ibu dan bayi bepergian keluar rumah yang tidak tersedia kulkas. Biasanya, dengan kualitas baik, cooler bag dan ice gel yang diletakkan disemua sisi bisa menjaga ASIP tetap dingin selama 24 jam penuh. Jika nanti sudah menemukan kulkas, maka segera masukkan ke dalam freezer. 4. Dot beserta Sabun dan Alat Pembersihnya Jika dalam keadaan terdesak ibu harus berpisah sementara dengan bayi, maka pemakian dot sangat dibutuhkan. Bawa serta juga sabun cuci khusus peralatan bayi dan alat pembersihnya agar kebersihan dot tetap terjamin. Untuk mensterilkan dot, gunakanlah air mendidih karena terlalu ribet untuk membawa alat sterilisasi. 5. Air Panas Bawalah termos kecil berisi air panas untuk menghangatkan ASI yang tersimpan di cooler bag jika nanti terjadi sesuatu hal yang menyebabkan ibu tidak bisa menyusui secara langsung selama diperjalanan. Untuk membilas dot juga bisa menggunakan air panas ini agar tetap steril saat digunakan. Itulah barang bawaan yang disarankan untuk dibawa ibu menyusui agar mudik aman sentosa. Semoga bermanfaat :) Info seputar parenting lainnya bisa dibaca di www.novarty.com.
Inspirasi Lainnya
Inspirasi Populer