Tips Mudik dengan Anak-Anak Menggunakan Kendaraan Pribadi

Sun, 19 May 2019 14:01
SHUTTERSTOCK_1033279327_Huge1.jpg
Enam tahun terakhir ini kami selalu mudik dengan balita dan anak-anak. Dua tahun yang pertama cenderung tanpa masalah karena mudik dengan kereta api memang jauh lebih cepat dan nyaman. Namun, ketika pencarian tiket tak lagi semudah sebelumnya, mau tak mau kami harus menggunakan kendaraan pribadi untuk menempuh perjalanan dari Ibukota hingga kota kecil di lereng Gunung Lawu. Sebenarnya, mudik dengan kendaraan pribadi memang lebih fleksibel karena tidak terpaku pada jadwal keberangkatan. Di samping itu, dalam perjalanan mudik bisa sekaligus singgah di kota-kota yang dilewati untuk sekedar beristirahat, atau mengunjungi destinasi wisatanya. Tapi, perjalanan dengan kendaraan pribadi biasanya memakan waktu dan anak-anak rentan lelah. Belum lagi jika terjebak macet. Hm… bisa dipastikan si kecil bakalan rewel karena bosan. Nah, untuk meminimalisir drama pada balita atau anak-anak, ada baiknya orangtua memiliki persiapan khusus terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan mereka. Menurut pengalaman kami, 5 hal berikut ini penting dan jangan disepelekan. 1. Menentukan waktu keberangkatan. Lepas jam 12 malam biasanya lalu lintas tidak terlalu padat. Pada jam-jam tersebut anak-anak juga masih tertidur lelap sehingga tidak terlalu rewel. Atau, segera setelah waktu sahur tiba jalanan juga terbilang sepi dibandingkan jika lebih pagi. Menurut pengalaman kami, dua waktu tersebut memang tepat untuk memulai perjalanan mudik dengan kendaraan pribadi. Atau, pastikan selalu memantau perkembangan lalu lintas. Perhatikan polanya, kemudian pilih waktu yang sekiranya paling longgar. 2. Buat satu ruangan lega di dalam kendaraan. Biasanya deretan kursi tengah selalu kami buat selega mungkin sehingga anak-anak punya ruang gerak. Atur barang bawaan se-efisien mungkin di kursi paling belakang atau jika memungkinkan manfaatkan roof rack untuk menempatkan barang-barang yang tidak terpakai selama perjalanan. 3. Sediakan perlengkapan khusus anak dalam satu tas Obat-obatan, camilan, susu, bahan makanan khusus balita,kantung muntah, peralatan mandi dan baju ganti harus mudah dicari. Untuk itu pastikan disimpan dalam satu tas dan mudah dijangkau. 4. Mainan dan perlengkapan entertain balita Boneka, buku bacaan, DVD film dan musik jangan sampai ketinggalan, ya. Tertinggal satu saja bisa-bisa si kecil tantrum di perjalanan. Selain itu, perlengkapan entertain tersebut juga sangat membantu mengurangi penggunaan gawai selama di perjalanan. 5. Bantal, selimut, tikar atau kasur angin Saat istirahat di rest area, boleh banget loh, gelar tikar untuk sekedar merebahkan badan. Atau, kalau mau lebih ringkas bisa bawa kasur angin travel size. Nah, untuk anak-anak jangan lupa bawakan selimut agar mereka tidak sampai kedinginan di dalam kendaraan. Tak lupa bantal untuk menambah kenyamana saat duduk. Di samping 5 hal di atas, pastikan kondisi kendaraan prima sehingga tak khawatir mogok atau bermasalah di tengah perjalanan. Siapkan air untuk karburator dan juga roda cadangan. Selain itu, nikmati setiap kilometer yang dilalui dengan perasaan senang. Yakin deh, jika orangtua dapat menikmati perjalanan, anak-anak pun akan tersugesti positif dan tidak gampang rewel.
Inspirasi Lainnya
Inspirasi Populer