Menyambut Ramadhan dengan Meneladani 3 Sikap Rasulullah

Thu, 25 May 2017 13:49

 

Semua umat Islam tentunya antusias dalam menyambut Ramadhan. Kehadirannya selalu ditunggu dan dirindukan. Berbagai cara dan tradisi menyambut datangnya bulan Ramadhan dilakukan, mulai dari bersilaturahmi, saling bermaafan, hingga berbagi rezeki kepada kepada mereka yang tidak mampu.

Tidak berbeda jauh dengan umat muslim di masa sekarang, pada masa Rasulullah pun, bulan suci Ramadhan selalu dinanti dengan penuh kerinduan. Rasulullah memang selalu menganjurkan umatnya untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan bulan mulia ini, salah satunya yaitu dengan memperbanyak ibadah. Ingin tahu apa hal lain yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya saat menyambut Ramadhan?

1. Menyambut dengan suka-cita

Pada masa Rasulullah, digambarkan bahwa seorang muslim akan selalu menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan hati yang dipenuhi rasa suka cita. Dalam dirinya sudah terbayang suasana indah Ramadhan dan suasana itu pun sudah tergambar dalam hati dan terukir dalam pikiran. Kehadiran bulan Ramadhan selalu dirindukan dan dinantikan. Semua kemuliaan dan keutamaan yang dapat diraih selama bulan suci ini membuat umat muslim semakin bersemangat menyambutnya.

2. Memikirkan hal-hal sekecil-kecilnya

Hal ini mungkin terkesan lucu, sebab dalam menyambut Ramadhan, Rasulullah dan para sahabat tak bedanya seperti calon pengantin yang sudah menanti-nantikan hari pernikahannya. Jauh hari sebelum bulan Ramadhan tiba, mereka sudah memikirkan hal-hal yang paling kecil dan terlihat sepele sekalipun. Beberapa hal, seperti gaun apa yang akan dikenakan, apa yang akan mereka ucapkan, hingga bagaimana menata jalan dan senyum, sudah terpikirkan oleh para sahabat. Di masa itu juga, tidak ada seorang muslim yang bersedih hati ketika menyambut Ramadhan. Sebaliknya, mereka menyambut Ramadhan dengan antusias dan hati yang dipenuhi rasa suka cita dan kebahagiaan yang membuncah.

3. Berkumpul di masjid dan mendengarkan khutbah

Kesempatan saat berkumpul di masjid ini juga dimanfaatkan oleh kaum muslimin untuk saling meminta maaf. Jadi, tidak akan ada perasaan mengganjal sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Seperti seorang sahabat kepada sahabatnya, seorang anak kepada orang tuanya, seorang adik kepada kakaknya, dan seterusnya. Hal ini dilakukan karena mereka ingin memasuki bulan suci ini tanpa beban dosa dan menjalani semua ibadahnya dengan keadaan diri yang suci dan bersih.

 

Sudah siap menyambut bulan Ramadhan ala Nabi Muhammad dan para sahabat? Meneladani 3 sikap Rasulullah di atas tentunya akan membuat ibadah puasanya terasa lebih bermakna. Marhaban yaa Ramadhan!

 

 

Inspirasi Lainnya
Inspirasi Populer